Nihon.id — Chery mulai menunjukkan keseriusannya memasuki pasar kendaraan roda dua dengan menyiapkan sepeda motor berteknologi Range Extended Electric Vehicle (REEV). Desain motor tersebut telah tercatat dalam pengajuan paten di Kementerian Industri dan Teknologi Informasi China atau MIIT, dengan tampilan yang mengingatkan pada skutik retro seperti Yamaha Fino 125.
Langkah ini menarik perhatian karena Chery selama ini lebih dikenal sebagai produsen mobil, termasuk kendaraan listrik dan SUV. Jika proyek tersebut berlanjut ke tahap produksi, kehadiran motor REEV dapat menjadi langkah baru perusahaan dalam memperluas bisnis kendaraan elektrifikasi.
Desain Retro dengan Sentuhan Modern
Berdasarkan laporan KatadataOTO, motor yang dipatenkan Chery memiliki bentuk skutik konvensional dengan lampu depan membulat dan spion bergaya retro. Siluet tersebut membuat tampilannya sekilas menyerupai Yamaha Fino 125 yang dikenal di pasar Indonesia.
Meski desainnya terlihat familiar, teknologi yang digunakan menjadi bagian paling menarik dari pengembangan motor tersebut. Chery belum mengumumkan spesifikasi lengkap, sehingga kapasitas baterai, performa motor listrik, serta jarak tempuh produk ini belum dapat dipastikan.
Mengenal Teknologi REEV
REEV merupakan singkatan dari Range Extended Electric Vehicle, yaitu konsep kendaraan listrik yang menggunakan sumber energi tambahan untuk membantu memperpanjang jarak tempuh. Pada penerapan umumnya, motor listrik tetap menjadi penggerak utama, sedangkan mesin atau generator tambahan dapat menghasilkan listrik ketika dibutuhkan.
Teknologi ini berbeda dari motor listrik murni yang mengandalkan baterai untuk seluruh kebutuhan penggeraknya. Namun, detail sistem penggerak pada motor Chery yang dipatenkan tersebut masih perlu menunggu penjelasan resmi perusahaan.
Harga dan Fitur Masih Belum Dipastikan
KatadataOTO melaporkan bahwa motor tersebut diarahkan untuk segmen konsumen menengah ke bawah. Kisaran harga motor murah di pasar China disebut berada di sekitar 2.000 yuan atau setara kurang lebih Rp5,4 juta, tetapi angka itu bukan harga resmi motor REEV Chery.
Laporan yang sama juga menyebut adanya fitur modern seperti navigasi berbasis perintah suara serta integrasi untuk musik dan telepon. Waktu pengisian daya penuh diklaim dapat mencapai sekitar tiga menit, tetapi rincian teknis dan kondisi pengujian klaim tersebut belum dijelaskan secara lengkap.
Chery Pernah Mengembangkan Kendaraan Roda Dua
Chery sebelumnya memiliki merek Cinnox untuk lini kendaraan roda dua. Salah satu konsep yang pernah diperkenalkan adalah skuter listrik bergaya petualang dengan jarak tempuh yang diklaim mencapai 120–200 kilometer, sementara purwarupa Grow C3 REEV turut membawa konsep kecerdasan buatan dan kemampuan Vehicle-to-Load atau V2L.
Fitur V2L memungkinkan kendaraan memasok listrik untuk perangkat eksternal yang kompatibel. Meski demikian, belum ada kepastian bahwa seluruh teknologi dari konsep sebelumnya akan digunakan pada motor REEV yang baru dipatenkan.
Belum Ada Kepastian Masuk Indonesia
Pendaftaran paten menunjukkan bahwa Chery sedang menyiapkan desain produknya, tetapi tidak otomatis berarti kendaraan tersebut segera diproduksi atau dijual secara luas. Sampai laporan diterbitkan pada 24 Oktober 2026, belum ada pengumuman resmi mengenai jadwal peluncuran global maupun rencana pemasaran di Indonesia.
Bagi pasar otomotif, perkembangan ini layak dipantau karena memperlihatkan upaya produsen mobil untuk menjajaki segmen kendaraan roda dua. Konsumen tetap perlu menunggu informasi resmi tentang harga, spesifikasi, keselamatan, garansi baterai, dan jaringan layanan sebelum menilai daya saing produk tersebut.
Sumber: KatadataOTO, 24 Oktober 2026.
Informasi Aktual, Inspirasi Tanpa Batas