Japan Winter Trip 2020

Meeting Point di Bandara Soekarno Hatta

Japan Winter Trip 2020

Sebentar lagi pesawat Take Off

Japan Winter Trip 2020

Welcome Nagoya City

Japan Winter Trip 2020

Perjalanan Menuju Osaka

Wednesday, March 11, 2020

[DAY 2] Japan Winter Trip 2020 "Transfer to Osaka"

Setelah sampai di Nagoya, kami harus melanjutkan perjalanan ke Osaka menggunakan bus. 

Kami menggunakan layanan Bus WILLER yang bisa langsung menuju Osaka. Harga tiket per orang sekitar 3000an Yen. Cukup murah dibandingkan harus naik kereta harus repot membawa bawaan karena harus transfer kereta beberapa kali.

Sekitar pukul 1PM kami menunggu di tempat pemberhentian bus yang tidak jauh dari stasiun. Tapi ya namanya jepang, kata "tidak jauh" juga harus jalan yang cukup lumayan melelahkan karena kami masih membawa barang bawaan.

Untung saja kami tidak ketinggalan bus. Karena saya pesan bus di jam yang mepet. Makluk saat itu masih kebayang jam indonesia dan hp belum update waktu jepang. So kalau sudah di Jepang, pastikan waktu di hp sudah ter-update atau Anda akan salah memperkirakan waktu.

Masih seperti bus dari Bandara ke Nagoya, lengang. Hanya beberapa orang saja selain kami. Berasa bus pribadi hehe. Pukul 13:30 tepat bus berangkat.

Memilih bus merupakan pilihan terbaik dari beberapa alternatif lainnya. Misalkan naik kereta biasa, selain lebih lama harus repot transfer beberapa kali dan itu merepotkan. Jika menggunakan Kereta Shinkansen, cepat tapi biayanya sedikit lebih mahal. Kalau naik bus kita tinggal naik, barang sudah dimasukkan oleh petugas dan kita tinggal tidur tahu-tahu sampai tujuan.

Kita memilih tujuan akhir di dekat Umeda Sky building. Dimana nantinya kami akan melanjutkan perjalanan menuju tempat kawan saya dulu sebelum menuju tempat menginap. 

(To be continued)
Share:

Sunday, March 8, 2020

[DAY 2] Japan Winter Trip 2020 "Welcome to Japan"

Pada hari berikutnya tanggal 8 Febuari sekitar pukul 8 pagi kami mendarat di Bandara Internasional Chuubu Nagoya.

Alhamdulilah dari pendaratan sampai dengan pemeriksaan di imigrasi tidak ada masalah yang berarti. Udara mulai terasa sejuk semilir menembus baju kami yang masih tipis. 

"Oh Japan, I am coming again."

Setelah keluar dari pintu pemeriksaan terakhir, kami istirahat sejenak. Sembari mencari sinyal gratisan supaya bisa tersambung jaringan internet. Sekedar update status ataupun memberi kabar orang rumah. 

Dan kejadian yang tidak kami duga terjadi. Seseorang menghampiri kawan-kawan saya yang sedang duduk di kursi. Lalu saya mendekat dan menanyakan apa yang terjadi. Ternyata dia adalah salah satu petugas polisi di bandara tersebut. 
Tidal bertanya banyak dia hanya mendata identitas kami. Jadi kami hanya menunjukkan paspor kami. Untung saja saya masih ingat bahasa jepang. Jadi sempat mengobrol sejenak supaya memastikan bahwa kami datang dengan baik-baik.


Setelah saya pikir-pikir, seperti polisi itu menghampiri kami karena 3 kawan saya mengenakan jilbab. Karena Jepang termasuk yang waspada dengan kasus radikalisme terutama karena banyak isu-isu terorisme yang mengatasnamakan umat islam. Sehingga dengan penampilan berhijab, biasanya akan ditanya-tanya. Mungkin demi keamanan bersama. Yang penting kami sudah aman masuk ke Jepang dengan selamat.

Hari pertama dimulai dari sini.

Setelah keluar dari bandara kami langsung menuju tempat pemberhentian bus. Sesaat setelah keluar dari pintu keluar, udara dingin yang menusuk mulai kami rasakan. Waktunya ganti kostum. Kami keluarkan jaket yang ada dan perlengkapan hangat. 

Untuk naik bus menuju kota Nagoya kami harus membeli tiket bus terlebih dahulu. Waktu itu kami langsung dibantu orang jepang. Orang jepang memang ramah. Orang jepang tertentu loh ya hehe.

Setelah membeli tiket, kami menunggu di tempat tunggu bus. Masih sangat lengang sepertinya memang hanya kami yang menunggu bus waktu itu. Seperti biasanya, jepang terasa sepi.

Beberapa menit kemudian, bua tiba. Dan hanya kami yang menaiki bus tersebut. Terasa seperti bus pribadi nih hehe.

Membutuhkan sekitar 50menit untuk sampai di kota Nagoya, sebelum kami melanjutkan lagi ke Osaka di hari yang sama.

(To be continued)
Share:

Wednesday, February 26, 2020

[DAY 1] Japan Winter Trip 2020 "Take Off"


[Japan Winter Trip Storyline]

DAY 1
Take Off

Masih ada cerita lagi selama di Bandara sebelum terbang menuju Jepang pada malam itu.

Sekitar pukul 8:30 kami sudah siap-siap menuju gerbang imigrasi setelah selesai drop bagasi di konter maskapai Garuda. Bagi temen-temen yang lain ini pertama kalinya ke Jepang. Pastinya ada rasa gugup dan was-was saat melewati pengecekan dokumen di portal imigrasi.

Bahkan saya juga meskipun sudah beberapa kali ke Jepang masih sering deg-degan kok hehe. Alhamdulilah portal imigrasi terlewatkan tanpa kendala berarti.

Lalu kami menuju ke gate tempat boarding. Saat saya cek di boarding pass tertera Gate 1. Dan taraa....tempatnya paling ujung gaess.

Mungkin lebih dari 1 km kami harus jalan. Tapi itu tidak masalah. Karena dengan hati yang senang dan berharap besok sudah menginjakkan kaki pertama kalinya di Jepang.

Oiya , kami terbang di saat isu wabah virus korona sedang gencar beredar. Tadinya saya sempat pesimis akan meneruskan perjalanan. Tapi akhirnya kami "bismillah". Niatkan yang baik. Karena persiapan sudah matang masa harus batal. Lagipula saat itu Jepang masih dalam status hijau masih boleh dikunjungi selama tidak transit di china.

Lalu saat boarding, saya melihat sekelompok perempuan yang mengenakan jaket lpk Minori. Lalu saya tanya. Eh ternyata mereka itu yang nginep di depan ruko di perumahan saya. Oalah...adek kelas sealmamater.

Dan kami berangkat malam itu. Cuaca lumayan bagus. Berharap besok tiba dengan selamat. Sebelum istirahat sambil menunggu landing, makan malam dihidangkan kepada semua penumpang. Have safe flight all!


<to be continued>

Created by:
TRAVID TOUR TRAVEL
@travidtour
author: @surameto.riyadi -------------+++++-------------
Partner account:
@japan_reviews 
@jp_cards_official 
@waroeng_massenpai

#japan #instagram #facebook #instastory #travel #traveling #tripjapan #japanlives #japantravel #japanphoto #fff #japantour #japantours #jalanjalan

Share:

Tuesday, February 25, 2020

[DAY 1] Japan Winter Trip 2020 "Meeting Point"

[Japan Winter Trip Storyline]

DAY 1
Go To Meeting Point

Saya berangkat menuju Bandara Soekarno Hatta menggunakan Kereta Api dari asal kota saya Klaten (harga tiket 350~500rb-an). Sebenarnya tidak begitu rekomended sih. Soalnya kalau Anda membawa bawaan yang banyak, akan sangat merepotkan. Karena harus ganti kendaraan setelah sampai di stasiun akhir Jakarta, yaitu st. Gambir. Selain itu waktu tempuh bisa sampai 8jam. 

Kelebihannya, kalau Anda beruntung , bawaan dengan dua koper seberat 40kg pun masih bisa naik tanpa bayar jasa bagasi lagi. Kalau menggunakan pesawat Anda harus menambah bagasi lagi dan total sekali jalan menuju jakarta bisa 700rb-1juta (dengan bagasi 30-40kg). Kelebihannya, Anda lebih cepat sampai di Bandara. Namun perlu diketahui juga bahwa pesawat domestik tidak semua turun di terminal 3 (untul keberangkatan internasional). Jadi kalau turunnya di terminal 1 atau 2 Anda harus menuju ke terminal 3 bisa menggunakan kereta shuttle secara GRATIS. Dan disinilah saya rasa secara teknis sama-sama repotnya.

Jadi pertimbangan Anda jika berasal dari daerah, pikirkan soal waktu dan biaya menuju ke Bandara Soekarno Hatta.


Sekitar pukul 16:30 saya tiba di stasiun Gambir dan melanjutkan perjalanan menuju Bandara menggunakan bus DAMRI (tiket 50rb). Dan taraaaa.....MACET. 
Resiko macet ini juga harus dipertimbangkan loh. Jangan sampai karena macet kita terlambat sampai di Bandara. 

Dengan bus Damri saya langsubg menuju terminal 3. Setalah tiba saya langsung menanyakan ke pusat informasi tempat konter Maskapai Garuda. Setelah menuju ke tempat konter Garuda, rombongan lainnya sudah menunggu. Sebelum check-in kami masih ada waktu beberapa jam untuk isoma.

Jadi saya sarankan datanglah minimal 4jam sebelum keberangkatan. Sehingga masih ada waktu untuk pesiapan lain atau jika ada kendala (termasuk dalam urusan bagasi) 

Ada cerita tersendiri bagi saya saat tiba di Bandara Soekarno Hatta. Terlihat rombongan berbaju batik berpeci. Sebagian berpakaian jas. Saya langsung berfikir "pasti ini rombongan pemagang yang mau berangkat". Dan benar sekali, setelah saya dekati dan perhatikan, peci berhias bros bendera merah putih menjadi cirikhas pemagang dari IMM. 

Mungkin mereka sekitar 100 orang lebih. Karena katanya sekali berangkat satu angkatan bisa ratusan. Meskipun di hari yang sama mereka beda pesawat dengan saya. Mungkin mereka turun di Narita sedangkan saya turun di Nagoya.

<To be continued.....>

created by:
TRAVID TOUR TRAVEL
@travidtour
author: @surameto.riyadi 
-------------+++++-------------
Partner account:
@japan_reviews 
@jp_cards_official 
@waroeng_massenpai

#japan #instagram #facebook #instastory  #travel #traveling #tripjapan #japanlives #japantravel #japanphoto #fff #japantour #japantours #jalanjalan 
Share:

Monday, June 3, 2019

Lebaran di Tanah Rantau versi Kenshuusei

Assalamualaikum, Mina san.

Hari terakhir di Bulan Ramadhan ini pastinya menjadi momen yang sangat mengharukan khususnya bagi Mina san yang sedang berjuang di Jepang. 

Tidak seperti merantau di ibu kota, yang masih punya kesempatan untuk melakukan "mudik" sebagai bentuk kerinduan kita akan tanah kelahiran dan orang tua di rumah. Di Jepang dan khususnya bagi para kenshuusei, lebaran menjadi hal yang membuat bercucuran air mata karena memendam kerinduan.

Mungkin hal ini sudah menjadi rahasia umum buat Mina san yang masih bekerja di Jepang, Tapi bagi yang belum ke Jepang simak dulu yuk beberapa fakta nasib perantau di Jepang berikut ini.

1. Tidak semua perusahaan bisa memberikan cuti

Yang pasti tidak ada libur khusu saat Hari Raya Idul Fitri. Karena di Jepang islam adalah minoritas yang pastinya tidak ada perhatian khusus oleh pemerintah mengenai kegiatan ibadahnya, terutama hari raya. So bagi yang bekerja di perusahaan pun hanya bisa pasrah jika tidak mendapatan cuti Namun bagi yang beruntung mendapatkan cuti, bisa mengikuti sholat Ied di masjid terdekat.

Kalau saya dulu tahun ke dua mendapatkan jam kerja malam. Sehingga paginya bisa mengikuti sholat ied di kota Osaka yang paling dekat dari tempat tinggal.

2. Tidak ada ketupat, tidak ada THR

Boro-boro THR untuk cuti saja susah. Apalagi yang kangen dengan namanya ketupat, akan sulit mendapatkannya. Karena tidak ada pohon kelapa di Jepang. So buat yang suka kangen-kangenan dengan suasana kuliner lebaran, kamu harus menahannya selama 3 tahun.


3. Tidak ada takbir keliling

Bahkan kalau saja kamu tinggal di dekat masjid di Jepang, tetap akan susah mendengar suara takbir. Suara adzan saja tidak diperkenankan. Karena hal itu dinilai mengganggu lingkungan sekitar. So takbiran hanya bisa dilakukan bersama teman di rumah. Itupun kalau tidak dapat jam kerja malam. Kalau kebetulan kerja sift malam, siap-siap meleleh air mata karena kengen suasana takbiran di kampung halaman


4. Sholat Ied jauh bisa puluhan kilometer

Kalau beruntung mendapatkan cuti, untuk menuju tempat melaksanakan sholat ied bisa sampai puluhan kilometer dari tempat tinggal. Mengingat tidak semua tempat ada tempat yang menyelenggarakan. Karena untuk menyelenggarakan sholat idul fitri di tempat umum, pastinya harus mendapatkan iji dulu. Dan itu tidak mudah, So untuk menuju lokasi terdekat bisa sampe harus berjam-jam naik kereta.

5. Hanya bisa menatap wajah orang tua melalui HP

Yang biasanya bisa setiap tahum sungkem dengan orang tua di Kampung, kali ini hanya bisa melihat wajahnya melalui handphone. Sambil berkaca-kaca bahkan meleleh airmata, kamu meminta maaf tidak bisa datang dalam lebaran tahun ini. 

Sungguh itu adalah hal yang cukup menyedihkan selama saya bekerja di Jepang selama 3 tahun. Tidak boleh pulang. Tidak bisa bertemu keluarga. Dan tidan bisa menyantap hidangan khas lebaran.

Makanya jika kamu sudah melalui hal-hal di atas, jangan sekali-sekali mengecewakan orang tua. Gunakan momen terbaik kamu bersama mereka. Karena mereka butuh waktu kamu. Bukan seberapa besar uang kamu.

Akhir kata, saya mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1440 H Mohon Maaf lahir dan Batin.


Wassalamualaikum,
Share:

DAFTAR JLPT ONLINE

Facebook Fanpage

About Me