Hyundai Pasok 11 Bus Listrik untuk Transportasi Umum Bali, Ini Spesifikasinya

Nihon.id — Hyundai Motor Company memasok 11 unit bus listrik untuk mendukung pengembangan transportasi umum ramah lingkungan di Bali. Proyek ini menjadi bagian dari inisiatif transportasi berkelanjutan yang melibatkan pemerintah Indonesia, pemerintah Korea Selatan, dan Global Green Growth Institute (GGGI).

Pengumuman tersebut disampaikan Hyundai pada 23 Oktober 2026, setelah peluncuran proyek Bali Sustainable Transportation System pada 22 Oktober. Dalam proyek ini, Hyundai menyediakan platform kendaraan listrik, sedangkan karoseri bus dikerjakan oleh perusahaan Indonesia, Laksana.

Hyundai COUNTY EV Berkapasitas 20 Penumpang

Sebanyak 11 unit yang dipasok merupakan Hyundai COUNTY EV, bus listrik berukuran menengah dengan panjang sekitar delapan meter. Kendaraan tersebut dirancang untuk mendukung kebutuhan transportasi penumpang dan menjadi bagian dari upaya memperluas penggunaan kendaraan listrik komersial di Indonesia.

Hyundai menyebut COUNTY EV yang digunakan dalam proyek Bali memiliki kapasitas 20 tempat duduk dan baterai berkapasitas 128 kWh. Dalam kondisi baterai terisi penuh, bus ini diklaim mampu menempuh jarak lebih dari 200 kilometer.

Spesifikasi tersebut menjadi salah satu aspek penting dalam penerapan bus listrik untuk transportasi umum. Jarak tempuh operasional yang memadai dapat membantu operator merencanakan rute, waktu pengisian daya, dan jadwal kendaraan sesuai kebutuhan layanan.

Proyek Transportasi Ramah Lingkungan di Bali

Program ini dipimpin oleh Global Green Growth Institute dengan melibatkan Kementerian Iklim, Energi, dan Lingkungan Korea Selatan serta pemerintah Indonesia. Inisiatif tersebut bertujuan mendukung upaya pengurangan emisi gas rumah kaca sekaligus memperkuat pengembangan sistem transportasi yang lebih berkelanjutan di Bali.

Kerja sama tersebut melanjutkan nota kesepahaman antara pemerintah Indonesia dan Korea Selatan yang ditandatangani pada 2025. Pada paruh kedua tahun yang sama, GGGI menjalankan proses pengadaan bus listrik sebelum Hyundai terpilih sebagai pemasok berdasarkan kualitas kendaraan, kemampuan layanan purnajual, dan pengalaman dalam proyek transportasi.

BACA JUGA :  Audi Investasi Rp65 Triliun di AS, Pabrik Baru Bakal Produksi 200 Ribu Mobil per Tahun

Bali dipilih sebagai lokasi penerapan karena merupakan salah satu destinasi pariwisata yang dikenal secara internasional. Namun, pengumuman Hyundai belum merinci seluruh rute, jadwal operasional, maupun tanggal mulai beroperasinya 11 bus tersebut untuk melayani masyarakat dan wisatawan.

Hyundai Pasok 11 Bus Listrik untuk Transportasi Umum Bali, Ini Spesifikasinya

Nihon.id — Hyundai Motor Company memasok 11 unit bus listrik untuk mendukung pengembangan transportasi umum ramah lingkungan di Bali. Proyek ini menjadi bagian dari inisiatif transportasi berkelanjutan yang melibatkan pemerintah Indonesia, pemerintah Korea Selatan, dan Global Green Growth Institute (GGGI).

Pengumuman tersebut disampaikan Hyundai pada 23 Oktober 2026, setelah peluncuran proyek Bali Sustainable Transportation System pada 22 Oktober. Dalam proyek ini, Hyundai menyediakan platform kendaraan listrik, sedangkan karoseri bus dikerjakan oleh perusahaan Indonesia, Laksana.

Hyundai COUNTY EV Berkapasitas 20 Penumpang

Sebanyak 11 unit yang dipasok merupakan Hyundai COUNTY EV, bus listrik berukuran menengah dengan panjang sekitar delapan meter. Kendaraan tersebut dirancang untuk mendukung kebutuhan transportasi penumpang dan menjadi bagian dari upaya memperluas penggunaan kendaraan listrik komersial di Indonesia.

Hyundai menyebut COUNTY EV yang digunakan dalam proyek Bali memiliki kapasitas 20 tempat duduk dan baterai berkapasitas 128 kWh. Dalam kondisi baterai terisi penuh, bus ini diklaim mampu menempuh jarak lebih dari 200 kilometer.

Spesifikasi tersebut menjadi salah satu aspek penting dalam penerapan bus listrik untuk transportasi umum. Jarak tempuh operasional yang memadai dapat membantu operator merencanakan rute, waktu pengisian daya, dan jadwal kendaraan sesuai kebutuhan layanan.

Proyek Transportasi Ramah Lingkungan di Bali

Program ini dipimpin oleh Global Green Growth Institute dengan melibatkan Kementerian Iklim, Energi, dan Lingkungan Korea Selatan serta pemerintah Indonesia. Inisiatif tersebut bertujuan mendukung upaya pengurangan emisi gas rumah kaca sekaligus memperkuat pengembangan sistem transportasi yang lebih berkelanjutan di Bali.

Kerja sama tersebut melanjutkan nota kesepahaman antara pemerintah Indonesia dan Korea Selatan yang ditandatangani pada 2025. Pada paruh kedua tahun yang sama, GGGI menjalankan proses pengadaan bus listrik sebelum Hyundai terpilih sebagai pemasok berdasarkan kualitas kendaraan, kemampuan layanan purnajual, dan pengalaman dalam proyek transportasi.

BACA JUGA :  Audi Investasi Rp65 Triliun di AS, Pabrik Baru Bakal Produksi 200 Ribu Mobil per Tahun

Bali dipilih sebagai lokasi penerapan karena merupakan salah satu destinasi pariwisata yang dikenal secara internasional. Namun, pengumuman Hyundai belum merinci seluruh rute, jadwal operasional, maupun tanggal mulai beroperasinya 11 bus tersebut untuk melayani masyarakat dan wisatawan.

Hyundai Siapkan Dukungan Setelah Bus Dikirim

Hyundai tidak hanya menyediakan kendaraan, tetapi juga menyiapkan program pemantauan kualitas selama tahap awal penerapan bus listrik di Bali. Program tersebut mencakup pemantauan kondisi kendaraan dan performa berkendara untuk membantu memastikan operasional berjalan sesuai kebutuhan proyek.

Perusahaan juga berencana membentuk pusat pemantauan kualitas di lapangan sebagai bagian dari dukungan teknis. Pendekatan ini penting karena keberhasilan transportasi listrik tidak hanya ditentukan oleh spesifikasi kendaraan, tetapi juga oleh keandalan armada, perawatan, ketersediaan suku cadang, dan kesiapan pengisian daya.

Pengalaman Hyundai dalam proyek serupa di Indonesia sebelumnya mencakup pasokan 11 bus COUNTY EV untuk layanan transportasi umum di Surabaya pada November 2024. Pengiriman untuk Bali memperluas keterlibatan perusahaan dalam elektrifikasi kendaraan komersial di dalam negeri.

Peluang Pengembangan Bus Listrik di Indonesia

Hyundai menyatakan ingin memperluas bisnis kendaraan komersial listrik di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Jakarta, Semarang, Surabaya, dan Medan. Rencana tersebut menunjukkan bahwa perusahaan melihat peluang pengembangan kendaraan listrik tidak hanya pada mobil penumpang, tetapi juga pada angkutan umum.

Meski demikian, perluasan bus listrik membutuhkan dukungan infrastruktur dan perencanaan operasional yang matang. Ketersediaan fasilitas pengisian daya, pembiayaan armada, kesiapan teknisi, serta penentuan rute akan ikut menentukan apakah layanan dapat berjalan secara berkelanjutan.

Bagi Bali, proyek ini menjadi langkah awal dalam penerapan bus listrik untuk transportasi umum melalui kerja sama lintas negara dan perusahaan lokal. Dampak akhirnya terhadap mobilitas masyarakat serta pengurangan emisi baru dapat dinilai setelah armada beroperasi dan data kinerjanya tersedia.

BACA JUGA :  Chery Perkenalkan Teknologi Pengisian 1,44 MW, Baterai Diklaim Terisi 97 Persen dalam 6 Menit 50 Detik

Sumber: hyundai.com.