Jakarta dan Tokyo Perkuat Kerja Sama, dari Kota Tua hingga Bus Ramah Lingkungan

Nihon.id — Jakarta dan Tokyo menjajaki penguatan kerja sama di bidang kebudayaan dan transportasi melalui pertemuan antara Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno dan Wakil Gubernur Tokyo Tomohide Sato. Pertemuan yang berlangsung di Tokyo Metropolitan Government pada Selasa (27/10/2026) itu membahas pertukaran pengalaman untuk mengembangkan kawasan bersejarah, museum, komunitas kreatif, serta layanan transportasi yang lebih ramah lingkungan.

Pembahasan tersebut diberitakan pada Rabu (28/10/2026) dan menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan kota kembar Jakarta–Tokyo yang telah terjalin sejak 23 Oktober 1989. Kedua pihak membuka peluang kolaborasi yang tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pengembangan kebudayaan dan peningkatan pelayanan publik.

Jakarta Pelajari Pengelolaan Kawasan Bersejarah Tokyo

Salah satu agenda utama yang dibahas adalah revitalisasi Kota Tua Jakarta. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta ingin menghidupkan kembali kawasan bersejarah tersebut tanpa menghilangkan nilai sejarah dan budaya yang menjadi identitasnya.

Dalam pembahasan itu, Jakarta tertarik mempelajari pengalaman Tokyo dalam mengelola kawasan seperti Asakusa dan Kagurazaka. Kedua kawasan tersebut menjadi referensi untuk melihat bagaimana bangunan bersejarah, kegiatan ekonomi, aktivitas masyarakat, dan pariwisata dapat berkembang berdampingan.

Pertukaran pengalaman diharapkan membantu Jakarta menyusun pendekatan revitalisasi yang melibatkan masyarakat serta pelaku usaha. Dengan keterlibatan berbagai pihak, kawasan bersejarah berpeluang menjadi ruang publik yang lebih aktif sekaligus mendukung perekonomian lokal.

Selain kawasan heritage, kedua pemerintah kota juga membahas pengembangan museum. Jakarta ingin mempelajari cara meningkatkan daya tarik museum melalui pengelolaan koleksi, pameran, teknologi digital, dan program edukasi yang lebih dekat dengan kebutuhan generasi muda.

Komunitas Kreatif dan Industri Film Ikut Dibahas

Kerja sama kebudayaan juga mencakup pengembangan komunitas kreatif dan industri perfilman. Jakarta tertarik mempelajari pengalaman Tokyo dalam menyediakan ruang kreatif, dukungan pendanaan, serta program yang membantu komunitas seni berkembang.

BACA JUGA :  Persija Jakarta Tekuk Persik Kediri 2-1, Macan Kemayoran Kokoh di Puncak Klasemen

Salah satu referensi yang dibahas adalah Arts Council Tokyo, lembaga yang mendukung berbagai kegiatan seni dan kebudayaan. Pengalaman tersebut dapat menjadi bahan pembelajaran bagi Jakarta dalam memperluas kesempatan bagi seniman dan komunitas lokal untuk menghasilkan karya.

Jakarta dan Tokyo Perkuat Kerja Sama, dari Kota Tua hingga Bus Ramah Lingkungan

Nihon.id — Jakarta dan Tokyo menjajaki penguatan kerja sama di bidang kebudayaan dan transportasi melalui pertemuan antara Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno dan Wakil Gubernur Tokyo Tomohide Sato. Pertemuan yang berlangsung di Tokyo Metropolitan Government pada Selasa (27/10/2026) itu membahas pertukaran pengalaman untuk mengembangkan kawasan bersejarah, museum, komunitas kreatif, serta layanan transportasi yang lebih ramah lingkungan.

Pembahasan tersebut diberitakan pada Rabu (28/10/2026) dan menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan kota kembar Jakarta–Tokyo yang telah terjalin sejak 23 Oktober 1989. Kedua pihak membuka peluang kolaborasi yang tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pengembangan kebudayaan dan peningkatan pelayanan publik.

Jakarta Pelajari Pengelolaan Kawasan Bersejarah Tokyo

Salah satu agenda utama yang dibahas adalah revitalisasi Kota Tua Jakarta. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta ingin menghidupkan kembali kawasan bersejarah tersebut tanpa menghilangkan nilai sejarah dan budaya yang menjadi identitasnya.

Dalam pembahasan itu, Jakarta tertarik mempelajari pengalaman Tokyo dalam mengelola kawasan seperti Asakusa dan Kagurazaka. Kedua kawasan tersebut menjadi referensi untuk melihat bagaimana bangunan bersejarah, kegiatan ekonomi, aktivitas masyarakat, dan pariwisata dapat berkembang berdampingan.

Pertukaran pengalaman diharapkan membantu Jakarta menyusun pendekatan revitalisasi yang melibatkan masyarakat serta pelaku usaha. Dengan keterlibatan berbagai pihak, kawasan bersejarah berpeluang menjadi ruang publik yang lebih aktif sekaligus mendukung perekonomian lokal.

Selain kawasan heritage, kedua pemerintah kota juga membahas pengembangan museum. Jakarta ingin mempelajari cara meningkatkan daya tarik museum melalui pengelolaan koleksi, pameran, teknologi digital, dan program edukasi yang lebih dekat dengan kebutuhan generasi muda.

Komunitas Kreatif dan Industri Film Ikut Dibahas

Kerja sama kebudayaan juga mencakup pengembangan komunitas kreatif dan industri perfilman. Jakarta tertarik mempelajari pengalaman Tokyo dalam menyediakan ruang kreatif, dukungan pendanaan, serta program yang membantu komunitas seni berkembang.

BACA JUGA :  Aturan Belanja Bebas Pajak Jepang Berubah 1 November 2026, Turis Perlu Siapkan Waktu Tambahan

Salah satu referensi yang dibahas adalah Arts Council Tokyo, lembaga yang mendukung berbagai kegiatan seni dan kebudayaan. Pengalaman tersebut dapat menjadi bahan pembelajaran bagi Jakarta dalam memperluas kesempatan bagi seniman dan komunitas lokal untuk menghasilkan karya.

Pembahasan ini sejalan dengan ambisi Jakarta memperkuat posisinya sebagai Kota Sinema. Pertukaran pengalaman dengan Tokyo diharapkan dapat memberikan masukan mengenai fasilitas produksi, pengembangan talenta, dan pemanfaatan film sebagai sarana promosi pariwisata.

Meski demikian, penjajakan kerja sama belum berarti seluruh program telah disepakati untuk langsung dijalankan. Bentuk kegiatan, mekanisme pelaksanaan, dan jadwal tindak lanjut masih perlu mengikuti pembahasan kedua pemerintah kota.

Transportasi Kepulauan Seribu Jadi Perhatian Jakarta

Di bidang transportasi, Jakarta ingin mempelajari pengalaman Tokyo dalam mengelola transportasi perairan yang aman, terjangkau, dan andal. Pengetahuan tersebut dinilai relevan untuk meningkatkan konektivitas menuju Kepulauan Seribu.

Transportasi perairan memiliki peran penting bagi mobilitas warga, distribusi barang, akses terhadap kebutuhan dasar, dan kegiatan pariwisata. Karena itu, Jakarta ingin memahami pola kerja sama dengan operator, skema pembiayaan layanan, serta integrasi transportasi perairan dengan moda transportasi lainnya.

Pembelajaran dari Tokyo diharapkan membantu Jakarta mengembangkan layanan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan karakteristik wilayah kepulauan. Keandalan layanan, biaya perjalanan, keselamatan penumpang, serta kesinambungan operasional menjadi sejumlah aspek penting dalam pengelolaannya.

Selain transportasi perairan, Jakarta juga tertarik mempelajari penggunaan bus listrik dan bus hidrogen di Tokyo. Pengalaman tersebut dapat menjadi bahan evaluasi dalam pengembangan transportasi publik rendah emisi di ibu kota Indonesia.

Bus Listrik dan Hidrogen Jadi Referensi Transportasi Rendah Emisi

Pengembangan transportasi ramah lingkungan membutuhkan lebih dari sekadar pengadaan kendaraan. Pemerintah perlu mempertimbangkan biaya operasional, ketersediaan energi, infrastruktur pengisian, pemeliharaan, dan kesesuaian kendaraan dengan karakteristik rute.

BACA JUGA :  Dugaan Perundungan Siswi SMP di Ciputat, Polisi Telusuri Pemaksaan Minum dan Pemalakan

Pengalaman Tokyo dalam mengembangkan bus listrik dan hidrogen dapat memberikan gambaran mengenai tantangan tersebut. Jakarta dapat mempelajari pilihan teknologi serta model operasional yang sesuai sebelum menentukan penerapan lebih luas.

Bagi masyarakat, pengembangan transportasi publik yang lebih bersih berpotensi mendukung peningkatan kualitas layanan sekaligus mengurangi emisi dari sektor transportasi. Namun, hasilnya bergantung pada kesiapan infrastruktur, keberlanjutan pembiayaan, dan integrasi dengan sistem transportasi yang sudah ada.

Pertemuan Rano Karno dan Tomohide Sato memperlihatkan bahwa kemitraan Jakarta–Tokyo dapat diperluas dari hubungan diplomatik menjadi pertukaran pengetahuan yang lebih praktis. Tindak lanjut konkret di bidang kebudayaan, kawasan bersejarah, dan transportasi akan menjadi penentu manfaat kerja sama bagi warga kedua kota.

Sumber:

  • ntvnews.id
  • beritajakarta.id