Indonesia Tambah Empat Emas di Asian Para Games 2026, Partin Pecahkan Rekor

Tambahan medali tersebut membawa Indonesia ke posisi kedelapan klasemen sementara Asian Para Games 2026. Posisi ini menunjukkan kontribusi atlet dari berbagai cabang olahraga dalam menjaga persaingan Indonesia di ajang olahraga disabilitas tingkat Asia tersebut.

Peluang Indonesia Menjaga Posisi di Sepuluh Besar

Hasil pertandingan pada hari kelima memperlihatkan kontribusi besar cabang para bulu tangkis terhadap perolehan emas Indonesia. Di sisi lain, rekor yang dibuat Partin menegaskan bahwa cabang para atletik juga menjadi sumber prestasi penting bagi kontingen nasional.

Perjalanan Indonesia masih menjadi perhatian hingga kompetisi berakhir, terutama untuk menjaga posisi di jajaran sepuluh besar klasemen medali. Perkembangan klasemen selanjutnya akan ditentukan oleh hasil pertandingan dan final dari cabang olahraga yang masih berlangsung.

Sumber: ANTARA, 24 Oktober 2026.

Indonesia Tambah Empat Emas di Asian Para Games 2026, Partin Pecahkan Rekor

Nihon.id — Kontingen Indonesia menambah empat medali emas pada hari kelima Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026 di Jepang, Jumat, 23 Oktober. Tambahan tersebut berasal dari cabang para bulu tangkis dan para atletik, sekaligus membawa Indonesia naik ke peringkat kedelapan klasemen sementara perolehan medali.

Berdasarkan laporan ANTARA yang terbit Sabtu, 24 Oktober 2026 pukul 06.25 WIB, tiga medali emas diraih atlet para bulu tangkis, sedangkan satu emas lainnya dipersembahkan Partin dari nomor lari 100 meter putra T63. Partin juga mencatat rekor Asian Para Games dengan waktu 12,37 detik.

Tiga Medali Emas dari Para Bulu Tangkis

Medali emas pertama dari rangkaian hasil tersebut diraih pasangan Leani Ratri Oktila dan Hikmat Ramdani pada nomor ganda campuran SL3-SU5. Mereka mengalahkan pasangan India Thulasimathi Murugesan dan Nitesh Kumar melalui pertandingan tiga gim dengan skor 11-21, 21-19, 21-14.

Leani dan Hikmat sempat kehilangan gim pembuka, tetapi mampu bangkit pada dua gim berikutnya. Kemenangan ini menunjukkan kemampuan pasangan Indonesia menjaga konsistensi permainan ketika menghadapi tekanan di partai final.

Emas berikutnya dipersembahkan Rina Marlina dan Subhan dari nomor ganda campuran SH6. Mereka mengalahkan pasangan China Lin Shuangbao dan Zeng Qingtao dengan skor 16-21, 21-11, 21-15.

Sementara itu, pasangan Muh Al Imran dan Suryo Nugroho menjuarai nomor ganda putra SL3-SU5. Mereka menang dua gim langsung atas pasangan Korea Selatan Shin Kyung Hwan dan Cho Nadan dengan skor 25-23, 21-8.

Partin Catat Rekor Asian Para Games

Partin menambah medali emas Indonesia melalui nomor lari 100 meter putra T63. Ia mencatat waktu 12,37 detik dalam perlombaan di Nagoya City Mizuho Park Athletic Stadium, Jepang.

Catatan tersebut sekaligus menjadi rekor Asian Para Games atau Games Record. Prestasi ini menambah nilai penting bagi Indonesia karena medali yang diraih tidak hanya memperkuat posisi di klasemen, tetapi juga menghadirkan pencapaian rekor pada cabang para atletik.

Indonesia Tambah Perak dan Perunggu

Selain empat medali emas, Indonesia juga memperoleh sembilan medali perak dari cabang para bulu tangkis dan para panahan. Kontingen Merah Putih turut menambah enam medali perunggu melalui para bulu tangkis, para atletik, para renang, dan para angkat besi.

Tambahan medali tersebut membawa Indonesia ke posisi kedelapan klasemen sementara Asian Para Games 2026. Posisi ini menunjukkan kontribusi atlet dari berbagai cabang olahraga dalam menjaga persaingan Indonesia di ajang olahraga disabilitas tingkat Asia tersebut.

Peluang Indonesia Menjaga Posisi di Sepuluh Besar

Hasil pertandingan pada hari kelima memperlihatkan kontribusi besar cabang para bulu tangkis terhadap perolehan emas Indonesia. Di sisi lain, rekor yang dibuat Partin menegaskan bahwa cabang para atletik juga menjadi sumber prestasi penting bagi kontingen nasional.

Perjalanan Indonesia masih menjadi perhatian hingga kompetisi berakhir, terutama untuk menjaga posisi di jajaran sepuluh besar klasemen medali. Perkembangan klasemen selanjutnya akan ditentukan oleh hasil pertandingan dan final dari cabang olahraga yang masih berlangsung.

Sumber: ANTARA, 24 Oktober 2026.