Kopi Indonesia Bidik Pasar Jepang, 20 UMKM Tampilkan Produk Nusantara di Tokyo

Nihon.id — Kopi spesialti Indonesia mendapat peluang memperluas pasar di Jepang melalui Specialty Coffee Association of Japan (SCAJ) World Specialty Coffee Conference and Exhibition 2026 yang berlangsung di Tokyo. Paviliun Indonesia menghadirkan 20 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan Bank Indonesia untuk memperkenalkan beragam kopi Nusantara kepada pelaku industri dan calon pembeli internasional.

Kegiatan yang berlangsung pada 14–17 Oktober 2026 tersebut menjadi salah satu upaya memperkuat hubungan perdagangan antara Indonesia dan Jepang melalui produk kopi bernilai tambah.

Kopi dari Gayo hingga Wamena Diperkenalkan di Jepang

Paviliun Indonesia menampilkan kopi dari berbagai daerah, termasuk Gayo dan Wamena, yang memiliki karakteristik berbeda berdasarkan varietas, metode pascapanen, dan kondisi tempat tumbuh. Keberagaman tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan kopi Indonesia kepada pasar Jepang.

Pameran SCAJ mempertemukan berbagai pelaku industri, mulai dari produsen dan importir hingga pemanggang kopi atau roaster, barista, serta produsen peralatan kopi. Pertemuan tersebut membuka ruang bagi UMKM Indonesia untuk memperkenalkan produknya sekaligus menjajaki peluang kerja sama komersial.

Menurut informasi resmi Kementerian Luar Negeri, pameran tahun ini diikuti sekitar 500 peserta dari 35 negara dan wilayah. Jumlah pengunjung diperkirakan mencapai 95.000 orang dari sekitar 80 negara, sehingga acara tersebut menjadi kesempatan promosi bagi produk kopi Indonesia di pasar internasional.

Empat Kesepakatan Buka Peluang Ekspor Kopi

Partisipasi Indonesia dalam SCAJ 2026 ditandai dengan penandatanganan empat Letter of Intent (LoI) yang berkaitan dengan peluang ekspor kopi spesialti UMKM Indonesia ke Jepang. Kesepakatan tersebut mencakup penjajakan kerja sama promosi, uji pasar, pencocokan mitra bisnis, dan pertukaran pengetahuan.

LoI merupakan pernyataan awal mengenai minat atau rencana kerja sama dan tidak selalu berarti transaksi ekspor telah terealisasi. Peluang bisnis tersebut tetap membutuhkan tindak lanjut, termasuk kesepakatan komersial, pemenuhan standar produk, dan persyaratan impor yang berlaku di Jepang.

BACA JUGA :  Jepang Wajibkan Skrining TBC bagi WNI Mulai 2027, Ini Jadwal dan Ketentuannya

Bagi pelaku usaha Indonesia, pendekatan ini dapat membantu membangun hubungan dengan pembeli dan mitra distribusi di Jepang. Namun, keberhasilan memasuki pasar akan bergantung pada kualitas produk, konsistensi pasokan, harga, serta kemampuan memenuhi kebutuhan konsumen dan pelaku usaha setempat.

Kopi Indonesia Bidik Pasar Jepang, 20 UMKM Tampilkan Produk Nusantara di Tokyo

Nihon.id — Kopi spesialti Indonesia mendapat peluang memperluas pasar di Jepang melalui Specialty Coffee Association of Japan (SCAJ) World Specialty Coffee Conference and Exhibition 2026 yang berlangsung di Tokyo. Paviliun Indonesia menghadirkan 20 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan Bank Indonesia untuk memperkenalkan beragam kopi Nusantara kepada pelaku industri dan calon pembeli internasional.

Kegiatan yang berlangsung pada 14–17 Oktober 2026 tersebut menjadi salah satu upaya memperkuat hubungan perdagangan antara Indonesia dan Jepang melalui produk kopi bernilai tambah.

Kopi dari Gayo hingga Wamena Diperkenalkan di Jepang

Paviliun Indonesia menampilkan kopi dari berbagai daerah, termasuk Gayo dan Wamena, yang memiliki karakteristik berbeda berdasarkan varietas, metode pascapanen, dan kondisi tempat tumbuh. Keberagaman tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan kopi Indonesia kepada pasar Jepang.

Pameran SCAJ mempertemukan berbagai pelaku industri, mulai dari produsen dan importir hingga pemanggang kopi atau roaster, barista, serta produsen peralatan kopi. Pertemuan tersebut membuka ruang bagi UMKM Indonesia untuk memperkenalkan produknya sekaligus menjajaki peluang kerja sama komersial.

Menurut informasi resmi Kementerian Luar Negeri, pameran tahun ini diikuti sekitar 500 peserta dari 35 negara dan wilayah. Jumlah pengunjung diperkirakan mencapai 95.000 orang dari sekitar 80 negara, sehingga acara tersebut menjadi kesempatan promosi bagi produk kopi Indonesia di pasar internasional.

Empat Kesepakatan Buka Peluang Ekspor Kopi

Partisipasi Indonesia dalam SCAJ 2026 ditandai dengan penandatanganan empat Letter of Intent (LoI) yang berkaitan dengan peluang ekspor kopi spesialti UMKM Indonesia ke Jepang. Kesepakatan tersebut mencakup penjajakan kerja sama promosi, uji pasar, pencocokan mitra bisnis, dan pertukaran pengetahuan.

LoI merupakan pernyataan awal mengenai minat atau rencana kerja sama dan tidak selalu berarti transaksi ekspor telah terealisasi. Peluang bisnis tersebut tetap membutuhkan tindak lanjut, termasuk kesepakatan komersial, pemenuhan standar produk, dan persyaratan impor yang berlaku di Jepang.

BACA JUGA :  Jepang Wajibkan Skrining TBC bagi WNI Mulai 2027, Ini Jadwal dan Ketentuannya

Bagi pelaku usaha Indonesia, pendekatan ini dapat membantu membangun hubungan dengan pembeli dan mitra distribusi di Jepang. Namun, keberhasilan memasuki pasar akan bergantung pada kualitas produk, konsistensi pasokan, harga, serta kemampuan memenuhi kebutuhan konsumen dan pelaku usaha setempat.

Indonesia House of Beans Perluas Promosi Digital

Selain berpartisipasi dalam pameran, Indonesia juga memperkenalkan Indonesia House of Beans (IHoB) Jepang sebagai etalase digital untuk produk kopi Nusantara. Platform ini dikembangkan melalui kolaborasi Kedutaan Besar Republik Indonesia di Tokyo, Bank Indonesia, dan Kementerian Perdagangan.

IHoB Jepang dirancang untuk membantu pembeli, pemanggang kopi, dan pencinta kopi di Jepang mengenal produk UMKM Indonesia serta menjajaki peluang kerja sama. Kehadiran kanal digital dapat melengkapi pameran fisik karena informasi produk tetap bisa diakses setelah kegiatan berakhir.

Promosi digital juga memberi peluang bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan asal kopi, karakteristik produk, dan cerita produsen kepada calon mitra. Meski demikian, keberadaan platform promosi saja tidak menjamin penjualan, sehingga pelaku UMKM tetap perlu membangun jaringan distribusi dan memenuhi persyaratan pasar tujuan.

Peluang bagi UMKM Kopi Indonesia

Jepang menjadi salah satu pasar yang dapat dijajaki produsen kopi Indonesia melalui kerja sama bisnis, pameran, dan promosi produk. Keikutsertaan dalam acara industri seperti SCAJ membantu UMKM memperoleh kesempatan untuk memperkenalkan produknya secara langsung kepada calon pembeli.

Pelaku usaha yang ingin memasuki pasar Jepang perlu mempersiapkan mutu produk, konsistensi pasokan, kemasan, informasi asal produk, serta dokumen ekspor yang diperlukan. Pemahaman terhadap ketentuan impor dan kebutuhan calon pembeli juga penting sebelum menyepakati transaksi.

Partisipasi 20 UMKM Indonesia dalam SCAJ 2026 menunjukkan upaya memperluas promosi kopi Nusantara di pasar Jepang. Tindak lanjut dari empat LoI dan pengembangan Indonesia House of Beans akan menjadi hal penting untuk dipantau guna melihat apakah peluang tersebut berkembang menjadi kerja sama dagang yang konkret.

BACA JUGA :  Aturan Belanja Bebas Pajak Jepang Berubah 1 November 2026, Turis Perlu Siapkan Waktu Tambahan

Sumber: Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, Kedutaan Besar Republik Indonesia di Tokyo, Bank Indonesia.