Pemerintah Peringatkan Warga, Link Pendaftaran Perlinsos Palsu Bisa Curi Data Pribadi

Nihon.id — Pemerintah mengingatkan masyarakat agar berhati-hati saat mengakses layanan Perlindungan Sosial (Perlinsos) Digital menjelang peluncuran program secara nasional pada November 2026. Warga diminta memastikan alamat situs yang digunakan benar-benar resmi karena tautan palsu dapat dimanfaatkan pelaku kejahatan untuk mencuri data pribadi.

Peringatan tersebut disampaikan Direktur Aplikasi Pemerintah Digital Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), Yessi Arnaz Ferari, pada Kamis, 29 Oktober 2026. Ia menegaskan bahwa masyarakat hanya boleh menggunakan situs resmi Perlinsos dengan alamat perlinsos.kemensos.go.id dan tidak sembarangan membuka tautan yang beredar melalui pesan maupun media sosial.

Kemkomdigi Tegaskan Link Resmi Perlinsos

Yessi menjelaskan bahwa salah satu cara mengenali layanan pemerintah yang resmi adalah memeriksa alamat domain situsnya. Masyarakat diminta memastikan alamat layanan pemerintah menggunakan akhiran .go.id sebelum memasukkan informasi pribadi.

Menurut Yessi, hingga 29 Oktober 2026, situs perlinsos.kemensos.go.id merupakan alamat resmi untuk mengakses layanan Perlinsos Digital. Ia mengingatkan masyarakat agar tidak percaya terhadap situs alternatif yang mengatasnamakan pemerintah tanpa pengumuman resmi.

Tautan phishing biasanya dibuat menyerupai halaman layanan pemerintah agar calon korban tidak menyadari bahwa mereka sedang mengakses situs palsu. Apabila masyarakat memasukkan informasi sensitif melalui halaman tersebut, data dapat dimanfaatkan untuk berbagai tindakan penyalahgunaan.

Informasi terbaru mengenai program Perlinsos juga dapat diperiksa melalui kanal resmi Kementerian Sosial, termasuk akun Instagram @kemensosri dan X @KemensosRI. Langkah ini penting untuk memastikan informasi pendaftaran, persyaratan, dan mekanisme pelayanan berasal dari sumber yang dapat dipercaya.

Pendaftaran Perlinsos Digital Ditargetkan Menjangkau 50 Juta KK

Peringatan mengenai keamanan digital muncul menjelang peluncuran nasional Perlinsos Digital yang dijadwalkan pada 10 November 2026. Pemerintah menargetkan sekitar 50 juta kepala keluarga (KK) terdaftar dalam sistem tersebut ketika implementasi nasional dimulai.

BACA JUGA :  Demo Karhutla Ramai di Jakarta, Mahasiswa Desak Pemerintah Tetapkan Bencana Nasional

Berdasarkan data yang disampaikan Kemkomdigi pada 29 Oktober 2026, jumlah keluarga yang telah terdaftar selama tahap uji coba mencapai 15,7 juta KK hingga 28 Oktober. Angka tersebut setara dengan sekitar 16,42 persen dari target pendaftaran ketika program diterapkan secara nasional.

Kemkomdigi juga mencatat rata-rata pendaftaran harian sepanjang Oktober mencapai 382.000 KK. Tingginya aktivitas tersebut membuat pemerintah terus melakukan pengujian kapasitas sistem agar portal tetap dapat melayani masyarakat ketika jumlah pengguna meningkat.

Yessi menyampaikan bahwa pengujian dilakukan melalui metode stress test dan load test. Sistem dilaporkan mampu melayani akses hingga 600.000 KK dalam satu hari berdasarkan pengujian yang dilakukan sebelum peluncuran nasional.

Cara Mengenali Penipuan Berkedok Pendaftaran Perlinsos

Masyarakat perlu memahami bahwa penipuan digital dapat menggunakan berbagai cara untuk memperoleh data calon penerima bantuan sosial. Salah satunya adalah menyebarkan pesan yang meminta warga mengisi formulir melalui tautan tidak resmi dengan iming-iming bantuan segera cair.

Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum mengakses layanan Perlinsos Digital:

  1. Periksa alamat situs: Pastikan menggunakan alamat resmi https://perlinsos.kemensos.go.id/.
  2. Hindari tautan mencurigakan: Jangan membuka tautan pendaftaran dari nomor WhatsApp atau akun media sosial yang tidak jelas.
  3. Jaga data pribadi: Jangan memberikan OTP, PIN, kata sandi, atau informasi rahasia kepada pihak lain.
  4. Periksa informasi resmi: Ikuti pengumuman melalui kanal Kementerian Sosial dan instansi pemerintah terkait.
  5. Waspadai permintaan uang: Jangan membayar pihak yang menjanjikan bantuan untuk mempercepat pendaftaran atau pencairan bansos.

Pemerintah juga mengajak masyarakat yang memiliki kemampuan menggunakan teknologi untuk membantu tetangga yang mengalami kesulitan mengakses layanan digital. Pendampingan tersebut dapat dilakukan melalui Gerakan Nasional Peduli Tetangga yang mendorong warga saling membantu dalam proses pendaftaran dan pengajuan sanggahan.

BACA JUGA :  Singapura Panggil 10 Perusahaan Terkait Kabut Asap Karhutla, Siapkan Aturan Lebih Ketat

Masyarakat Bisa Menjadi Agen Perlinsos

Selain mendaftar sebagai calon penerima layanan, masyarakat juga dapat berpartisipasi sebagai Agen Perlinsos. Program ini membuka kesempatan bagi warga yang memiliki kemampuan digital untuk membantu tetangga mengakses layanan dan memahami proses administrasi.

Pendaftaran agen dilakukan melalui situs resmi https://agen-perlinsos.kemensos.go.id/. Program tersebut bersifat sukarela dan terbuka bagi masyarakat yang ingin membantu proses pendampingan di lingkungannya.

Agen Perlinsos dapat membantu warga melakukan pendaftaran maupun mengajukan sanggahan apabila terdapat ketidaksesuaian data. Namun, masyarakat tetap perlu memastikan identitas agen dan tidak menyerahkan informasi rahasia kepada pihak yang tidak berwenang.

Peluncuran nasional Perlinsos Digital pada 10 November 2026 diharapkan memperluas akses masyarakat terhadap layanan perlindungan sosial. Di tengah perluasan tersebut, kewaspadaan terhadap tautan palsu dan perlindungan data pribadi menjadi hal penting agar masyarakat tidak justru menjadi korban penipuan.

Sumber: ANTARA, Kementerian Komunikasi dan Digital, Kementerian Sosial.

Pemerintah Peringatkan Warga, Link Pendaftaran Perlinsos Palsu Bisa Curi Data Pribadi

Nihon.id — Pemerintah mengingatkan masyarakat agar berhati-hati saat mengakses layanan Perlindungan Sosial (Perlinsos) Digital menjelang peluncuran program secara nasional pada November 2026. Warga diminta memastikan alamat situs yang digunakan benar-benar resmi karena tautan palsu dapat dimanfaatkan pelaku kejahatan untuk mencuri data pribadi.

Peringatan tersebut disampaikan Direktur Aplikasi Pemerintah Digital Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), Yessi Arnaz Ferari, pada Kamis, 29 Oktober 2026. Ia menegaskan bahwa masyarakat hanya boleh menggunakan situs resmi Perlinsos dengan alamat perlinsos.kemensos.go.id dan tidak sembarangan membuka tautan yang beredar melalui pesan maupun media sosial.

Kemkomdigi Tegaskan Link Resmi Perlinsos

Yessi menjelaskan bahwa salah satu cara mengenali layanan pemerintah yang resmi adalah memeriksa alamat domain situsnya. Masyarakat diminta memastikan alamat layanan pemerintah menggunakan akhiran .go.id sebelum memasukkan informasi pribadi.

Menurut Yessi, hingga 29 Oktober 2026, situs perlinsos.kemensos.go.id merupakan alamat resmi untuk mengakses layanan Perlinsos Digital. Ia mengingatkan masyarakat agar tidak percaya terhadap situs alternatif yang mengatasnamakan pemerintah tanpa pengumuman resmi.

Tautan phishing biasanya dibuat menyerupai halaman layanan pemerintah agar calon korban tidak menyadari bahwa mereka sedang mengakses situs palsu. Apabila masyarakat memasukkan informasi sensitif melalui halaman tersebut, data dapat dimanfaatkan untuk berbagai tindakan penyalahgunaan.

Informasi terbaru mengenai program Perlinsos juga dapat diperiksa melalui kanal resmi Kementerian Sosial, termasuk akun Instagram @kemensosri dan X @KemensosRI. Langkah ini penting untuk memastikan informasi pendaftaran, persyaratan, dan mekanisme pelayanan berasal dari sumber yang dapat dipercaya.

Pendaftaran Perlinsos Digital Ditargetkan Menjangkau 50 Juta KK

Peringatan mengenai keamanan digital muncul menjelang peluncuran nasional Perlinsos Digital yang dijadwalkan pada 10 November 2026. Pemerintah menargetkan sekitar 50 juta kepala keluarga (KK) terdaftar dalam sistem tersebut ketika implementasi nasional dimulai.

BACA JUGA :  Singapura Panggil 10 Perusahaan Terkait Kabut Asap Karhutla, Siapkan Aturan Lebih Ketat

Berdasarkan data yang disampaikan Kemkomdigi pada 29 Oktober 2026, jumlah keluarga yang telah terdaftar selama tahap uji coba mencapai 15,7 juta KK hingga 28 Oktober. Angka tersebut setara dengan sekitar 16,42 persen dari target pendaftaran ketika program diterapkan secara nasional.

Kemkomdigi juga mencatat rata-rata pendaftaran harian sepanjang Oktober mencapai 382.000 KK. Tingginya aktivitas tersebut membuat pemerintah terus melakukan pengujian kapasitas sistem agar portal tetap dapat melayani masyarakat ketika jumlah pengguna meningkat.

Yessi menyampaikan bahwa pengujian dilakukan melalui metode stress test dan load test. Sistem dilaporkan mampu melayani akses hingga 600.000 KK dalam satu hari berdasarkan pengujian yang dilakukan sebelum peluncuran nasional.

Cara Mengenali Penipuan Berkedok Pendaftaran Perlinsos

Masyarakat perlu memahami bahwa penipuan digital dapat menggunakan berbagai cara untuk memperoleh data calon penerima bantuan sosial. Salah satunya adalah menyebarkan pesan yang meminta warga mengisi formulir melalui tautan tidak resmi dengan iming-iming bantuan segera cair.

Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum mengakses layanan Perlinsos Digital:

  1. Periksa alamat situs: Pastikan menggunakan alamat resmi https://perlinsos.kemensos.go.id/.
  2. Hindari tautan mencurigakan: Jangan membuka tautan pendaftaran dari nomor WhatsApp atau akun media sosial yang tidak jelas.
  3. Jaga data pribadi: Jangan memberikan OTP, PIN, kata sandi, atau informasi rahasia kepada pihak lain.
  4. Periksa informasi resmi: Ikuti pengumuman melalui kanal Kementerian Sosial dan instansi pemerintah terkait.
  5. Waspadai permintaan uang: Jangan membayar pihak yang menjanjikan bantuan untuk mempercepat pendaftaran atau pencairan bansos.

Pemerintah juga mengajak masyarakat yang memiliki kemampuan menggunakan teknologi untuk membantu tetangga yang mengalami kesulitan mengakses layanan digital. Pendampingan tersebut dapat dilakukan melalui Gerakan Nasional Peduli Tetangga yang mendorong warga saling membantu dalam proses pendaftaran dan pengajuan sanggahan.

BACA JUGA :  Induk Orangutan Gadis dan Anaknya Garis Diselamatkan, Luka Jerat Jadi Sorotan

Masyarakat Bisa Menjadi Agen Perlinsos

Selain mendaftar sebagai calon penerima layanan, masyarakat juga dapat berpartisipasi sebagai Agen Perlinsos. Program ini membuka kesempatan bagi warga yang memiliki kemampuan digital untuk membantu tetangga mengakses layanan dan memahami proses administrasi.

Pendaftaran agen dilakukan melalui situs resmi https://agen-perlinsos.kemensos.go.id/. Program tersebut bersifat sukarela dan terbuka bagi masyarakat yang ingin membantu proses pendampingan di lingkungannya.

Agen Perlinsos dapat membantu warga melakukan pendaftaran maupun mengajukan sanggahan apabila terdapat ketidaksesuaian data. Namun, masyarakat tetap perlu memastikan identitas agen dan tidak menyerahkan informasi rahasia kepada pihak yang tidak berwenang.

Peluncuran nasional Perlinsos Digital pada 10 November 2026 diharapkan memperluas akses masyarakat terhadap layanan perlindungan sosial. Di tengah perluasan tersebut, kewaspadaan terhadap tautan palsu dan perlindungan data pribadi menjadi hal penting agar masyarakat tidak justru menjadi korban penipuan.

Sumber: ANTARA, Kementerian Komunikasi dan Digital, Kementerian Sosial.