Profil Hashim Djojohadikusumo: Pengusaha Besar, Adik Prabowo, dan Pendiri Arsari Group

Setelah melepas kepemilikannya di Nations Energy, Hashim melanjutkan aktivitas bisnis energi melalui Nations Petroleum. Perusahaan tersebut mengelola sejumlah ladang minyak sebelum aset-asetnya kemudian dijual dan hasil investasinya diarahkan ke sektor energi terbarukan di Indonesia.

Pada 2006, Hashim kembali ke Indonesia dan mendirikan Arsari Group. Perusahaan tersebut menjadi salah satu kendaraan investasi utamanya dengan cakupan bisnis yang meliputi agroforestri, perkebunan, infrastruktur digital, energi terbarukan, pertambangan, perdagangan, dan budi daya perairan.

Dalam keterangan resminya, Arsari Group menyebut Hashim sebagai pendiri sekaligus Presiden Direktur. Perusahaan itu menyatakan fokus pada investasi yang mendorong penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Kiprah di Politik dan Hubungan dengan Prabowo

Selain dikenal sebagai pengusaha, Hashim juga memiliki keterlibatan dalam dunia politik Indonesia. Namanya dikenal sebagai salah satu tokoh yang berada di lingkungan Partai Gerakan Indonesia Raya atau Gerindra, partai yang dipimpin oleh kakaknya, Prabowo Subianto.

Hubungan keluarga antara Hashim dan Prabowo membuat aktivitas serta pandangannya kerap mendapat perhatian dalam pemberitaan politik nasional. Namun, perjalanan profesional Hashim tidak hanya berkaitan dengan politik karena sebagian besar rekam jejaknya juga terbentuk melalui aktivitas bisnis dan investasi.

Keterlibatannya dalam berbagai kegiatan politik dan ekonomi membuat Hashim menjadi salah satu figur yang diperhatikan ketika membahas hubungan antara dunia usaha dan pemerintahan. Meski demikian, setiap jabatan atau penugasan resmi perlu dibedakan dari peran informal maupun aktivitas bisnisnya.

BACA JUGA :  Demo Mahasiswa 28 Oktober 2026, Pengamanan Jakarta Diperketat

Kegiatan Sosial dan Kepedulian Lingkungan

Hashim bersama istrinya, Anie Harjati, juga dikenal terlibat dalam berbagai kegiatan sosial selama puluhan tahun. Perhatian mereka mencakup pelestarian warisan budaya Indonesia, perlindungan lingkungan, serta konservasi satwa liar yang terancam punah.

Sejumlah penghargaan pernah diterima Hashim atas kontribusinya di bidang tersebut. Arsari Group mencatat penghargaan Pahlawan Filantropi dari Forbes pada 2011, Kalpataru pada 2014, Satyalancana Wira Karya pada 2017, penghargaan sebagai Pahlawan Konservasi Satwa Liar pada 2019, serta penghargaan Tutupan Hutan Alam pada 2024.

Kegiatan tersebut memperlihatkan sisi lain dari perjalanan Hashim di luar aktivitas bisnis dan politik. Ia turut menempatkan isu lingkungan dan konservasi sebagai bagian dari kegiatan sosial yang dijalankan bersama keluarganya.

Profil Hashim Djojohadikusumo: Pengusaha Besar, Adik Prabowo, dan Pendiri Arsari Group

Nihon.id — Nama Hashim Djojohadikusumo kerap menjadi perhatian publik karena kiprahnya di dunia bisnis dan kedekatannya dengan pusat kekuasaan Indonesia. Ia dikenal sebagai pengusaha, investor, filantropis, sekaligus adik Presiden Prabowo Subianto.

Hashim bukan sosok yang baru muncul setelah kakaknya menjadi presiden, sebab perjalanan bisnisnya telah berlangsung selama puluhan tahun. Melalui berbagai perusahaan yang pernah dibangun dan dikembangkannya, ia terlibat dalam sejumlah sektor strategis, mulai dari energi, pertambangan, perkebunan, hingga infrastruktur digital.

Profil dan Latar Belakang Keluarga Hashim Djojohadikusumo

Hashim Sujono Djojohadikusumo lahir di Jakarta pada 5 Juni 1954. Ia merupakan putra ekonom Indonesia Soemitro Djojohadikusumo dan Dora Marie Sigar, serta adik dari Prabowo Subianto yang kini menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia.

Hashim berasal dari keluarga yang memiliki sejarah panjang dalam bidang ekonomi dan pemerintahan. Ayahnya, Soemitro, dikenal sebagai ekonom terkemuka yang pernah menduduki sejumlah jabatan menteri, sedangkan kakeknya, Margono Djojohadikusumo, dikenal sebagai pendiri Bank Negara Indonesia.

Latar belakang keluarga tersebut menjadi bagian dari perjalanan hidup Hashim, tetapi kiprahnya kemudian berkembang melalui jalur bisnis dan investasi. Ia membangun jaringan usaha di berbagai bidang dan dikenal memiliki perhatian terhadap kegiatan sosial serta pelestarian lingkungan.

Pendidikan dan Awal Karier

Hashim menempuh pendidikan di Eropa sebelum melanjutkan pendidikan tinggi di Amerika Serikat. Ia meraih gelar sarjana dalam bidang Politik dan Ekonomi dari Pomona College di Claremont, California.

Setelah menyelesaikan pendidikan, Hashim memulai karier profesionalnya di sektor perbankan investasi. Pengalaman tersebut menjadi bekal sebelum ia terjun lebih jauh ke dunia usaha dan mengembangkan sejumlah investasi di Indonesia maupun luar negeri.

Pada tahap awal perjalanan bisnisnya, Hashim membangun portofolio usaha melalui Tirtamas Group. Bidang usaha yang pernah digelutinya mencakup industri semen, petrokimia, perkebunan, pertambangan, perbankan, serta perdagangan komoditas internasional.

BACA JUGA :  Profil Fathan Subchi, dari Aktivis PMII hingga Anggota BPK yang Wafat di Moskow

Perjalanan Bisnis hingga Mendirikan Arsari Group

Salah satu bagian penting dalam perjalanan karier Hashim adalah kiprahnya di sektor energi internasional. Pada periode 2000 hingga 2006, ia menjabat sebagai Chairman dan Presiden Direktur Nations Energy, perusahaan energi yang beroperasi di Kazakhstan.

Setelah melepas kepemilikannya di Nations Energy, Hashim melanjutkan aktivitas bisnis energi melalui Nations Petroleum. Perusahaan tersebut mengelola sejumlah ladang minyak sebelum aset-asetnya kemudian dijual dan hasil investasinya diarahkan ke sektor energi terbarukan di Indonesia.

Pada 2006, Hashim kembali ke Indonesia dan mendirikan Arsari Group. Perusahaan tersebut menjadi salah satu kendaraan investasi utamanya dengan cakupan bisnis yang meliputi agroforestri, perkebunan, infrastruktur digital, energi terbarukan, pertambangan, perdagangan, dan budi daya perairan.

Dalam keterangan resminya, Arsari Group menyebut Hashim sebagai pendiri sekaligus Presiden Direktur. Perusahaan itu menyatakan fokus pada investasi yang mendorong penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Kiprah di Politik dan Hubungan dengan Prabowo

Selain dikenal sebagai pengusaha, Hashim juga memiliki keterlibatan dalam dunia politik Indonesia. Namanya dikenal sebagai salah satu tokoh yang berada di lingkungan Partai Gerakan Indonesia Raya atau Gerindra, partai yang dipimpin oleh kakaknya, Prabowo Subianto.

Hubungan keluarga antara Hashim dan Prabowo membuat aktivitas serta pandangannya kerap mendapat perhatian dalam pemberitaan politik nasional. Namun, perjalanan profesional Hashim tidak hanya berkaitan dengan politik karena sebagian besar rekam jejaknya juga terbentuk melalui aktivitas bisnis dan investasi.

Keterlibatannya dalam berbagai kegiatan politik dan ekonomi membuat Hashim menjadi salah satu figur yang diperhatikan ketika membahas hubungan antara dunia usaha dan pemerintahan. Meski demikian, setiap jabatan atau penugasan resmi perlu dibedakan dari peran informal maupun aktivitas bisnisnya.

BACA JUGA :  Titik Kritis Iklim Mengancam Asia, Terumbu Karang dan Ketahanan Pangan Jadi Sorotan

Kegiatan Sosial dan Kepedulian Lingkungan

Hashim bersama istrinya, Anie Harjati, juga dikenal terlibat dalam berbagai kegiatan sosial selama puluhan tahun. Perhatian mereka mencakup pelestarian warisan budaya Indonesia, perlindungan lingkungan, serta konservasi satwa liar yang terancam punah.

Sejumlah penghargaan pernah diterima Hashim atas kontribusinya di bidang tersebut. Arsari Group mencatat penghargaan Pahlawan Filantropi dari Forbes pada 2011, Kalpataru pada 2014, Satyalancana Wira Karya pada 2017, penghargaan sebagai Pahlawan Konservasi Satwa Liar pada 2019, serta penghargaan Tutupan Hutan Alam pada 2024.

Kegiatan tersebut memperlihatkan sisi lain dari perjalanan Hashim di luar aktivitas bisnis dan politik. Ia turut menempatkan isu lingkungan dan konservasi sebagai bagian dari kegiatan sosial yang dijalankan bersama keluarganya.

Hashim Djojohadikusumo dan Pengaruhnya di Indonesia

Perjalanan Hashim Djojohadikusumo menunjukkan bagaimana seorang pengusaha dapat memiliki peran di berbagai bidang sekaligus. Latar belakang keluarga, pendidikan ekonomi dan politik, pengalaman bisnis internasional, serta keterlibatannya dalam aktivitas politik membuat namanya memiliki posisi tersendiri dalam pemberitaan nasional.

Meski publik kerap mengenalnya sebagai adik Prabowo Subianto, rekam jejak Hashim juga dibentuk oleh perjalanan panjang di dunia investasi. Melalui Arsari Group dan kegiatan sosialnya, ia terus terlibat dalam sejumlah sektor yang berkaitan dengan perkembangan ekonomi serta lingkungan di Indonesia.

Sumber: Arsari Group, Kumparan.