Chery Recall 8.878 Unit Omoda 5 di Malaysia, Ini Masalah As Roda dan Dampaknya bagi Indonesia

Nihon.id — Chery recall 8.878 unit Omoda 5 di Malaysia setelah insiden terlepasnya komponen suspensi belakang dan roda kendaraan saat melaju di Johor Bahru pada awal Oktober 2026. Kasus keselamatan tersebut kembali menjadi sorotan pada Rabu (28/10/2026), setelah Chairman sekaligus Presiden Chery, Yin Tongyue, menyampaikan permintaan maaf terkait insiden tersebut.

Program penarikan kendaraan diumumkan Chery Auto Malaysia pada Oktober 2026 dan mencakup Omoda 5 varian C dan H. Jumlah tersebut merupakan total kendaraan yang masuk cakupan program pemeriksaan, bukan berarti seluruh unit dipastikan mengalami kerusakan pada as roda.

Kronologi As Roda Chery Omoda 5 Terlepas

Insiden yang menjadi pemicu penyelidikan terjadi pada 6 Oktober 2026 di Johor Bahru, Malaysia. Kendaraan yang terlibat dilaporkan mengalami kerusakan pada bagian suspensi belakang hingga rangkaian komponen dan kedua roda belakang terlepas dari bodi mobil.

Peristiwa tersebut mendorong Departemen Transportasi Jalan Malaysia atau JPJ melakukan penyelidikan teknis. Pada 11 Oktober 2026, otoritas itu mengumumkan penangguhan sementara persetujuan tipe kendaraan atau Vehicle Type Approval (VTA) untuk Omoda 5 sambil menelusuri penyebab insiden dan potensi risiko keselamatan.

Chery kemudian mengumumkan program recall yang mencakup 8.878 unit. Perusahaan menyebut masalah yang sedang diperiksa berkaitan dengan kekuatan pengelasan pada komponen rear axle trailing arm dari kelompok produksi tertentu.

Berdasarkan penjelasan Chery yang dikutip media otomotif internasional, kekuatan las yang tidak memadai berpotensi membuat sambungan terlepas dalam kondisi tertentu. Namun, penyebab teknis akhir dan cakupan risiko tetap perlu mengacu pada hasil pemeriksaan serta pengumuman resmi otoritas terkait.

Pemilik Kendaraan di Malaysia Mendapat Pemeriksaan Gratis

Chery Auto Malaysia menyatakan kendaraan yang masuk program recall berhak mendapatkan pemeriksaan dan penggantian komponen secara gratis di pusat servis resmi. Perusahaan juga menyebut telah mengidentifikasi kendaraan yang terdampak dan akan menghubungi pemiliknya secara langsung.

BACA JUGA :  French Open 2026: Tiga Wakil Indonesia Tersingkir, Zaki Ubaidillah Menjaga Peluang Juara

Pemilik Omoda 5 di Malaysia dapat memeriksa status kendaraannya menggunakan nomor identifikasi kendaraan atau VIN melalui situs resmi Chery Malaysia. Untuk informasi program, perusahaan menyediakan layanan Chery Careline di nomor 03-9388 0888.

Chery Recall 8.878 Unit Omoda 5 di Malaysia, Ini Masalah As Roda dan Dampaknya bagi Indonesia

Nihon.id — Chery recall 8.878 unit Omoda 5 di Malaysia setelah insiden terlepasnya komponen suspensi belakang dan roda kendaraan saat melaju di Johor Bahru pada awal Oktober 2026. Kasus keselamatan tersebut kembali menjadi sorotan pada Rabu (28/10/2026), setelah Chairman sekaligus Presiden Chery, Yin Tongyue, menyampaikan permintaan maaf terkait insiden tersebut.

Program penarikan kendaraan diumumkan Chery Auto Malaysia pada Oktober 2026 dan mencakup Omoda 5 varian C dan H. Jumlah tersebut merupakan total kendaraan yang masuk cakupan program pemeriksaan, bukan berarti seluruh unit dipastikan mengalami kerusakan pada as roda.

Kronologi As Roda Chery Omoda 5 Terlepas

Insiden yang menjadi pemicu penyelidikan terjadi pada 6 Oktober 2026 di Johor Bahru, Malaysia. Kendaraan yang terlibat dilaporkan mengalami kerusakan pada bagian suspensi belakang hingga rangkaian komponen dan kedua roda belakang terlepas dari bodi mobil.

Peristiwa tersebut mendorong Departemen Transportasi Jalan Malaysia atau JPJ melakukan penyelidikan teknis. Pada 11 Oktober 2026, otoritas itu mengumumkan penangguhan sementara persetujuan tipe kendaraan atau Vehicle Type Approval (VTA) untuk Omoda 5 sambil menelusuri penyebab insiden dan potensi risiko keselamatan.

Chery kemudian mengumumkan program recall yang mencakup 8.878 unit. Perusahaan menyebut masalah yang sedang diperiksa berkaitan dengan kekuatan pengelasan pada komponen rear axle trailing arm dari kelompok produksi tertentu.

Berdasarkan penjelasan Chery yang dikutip media otomotif internasional, kekuatan las yang tidak memadai berpotensi membuat sambungan terlepas dalam kondisi tertentu. Namun, penyebab teknis akhir dan cakupan risiko tetap perlu mengacu pada hasil pemeriksaan serta pengumuman resmi otoritas terkait.

Pemilik Kendaraan di Malaysia Mendapat Pemeriksaan Gratis

Chery Auto Malaysia menyatakan kendaraan yang masuk program recall berhak mendapatkan pemeriksaan dan penggantian komponen secara gratis di pusat servis resmi. Perusahaan juga menyebut telah mengidentifikasi kendaraan yang terdampak dan akan menghubungi pemiliknya secara langsung.

BACA JUGA :  Kia Carens EV Mulai Pre-Book di Indonesia, Harga Diperkirakan Rp382 Juta

Pemilik Omoda 5 di Malaysia dapat memeriksa status kendaraannya menggunakan nomor identifikasi kendaraan atau VIN melalui situs resmi Chery Malaysia. Untuk informasi program, perusahaan menyediakan layanan Chery Careline di nomor 03-9388 0888.

Langkah tersebut penting karena jumlah kendaraan yang masuk program tidak sama dengan jumlah kendaraan yang terbukti memiliki komponen bermasalah. Pemeriksaan berdasarkan identitas kendaraan dan kelompok produksi diperlukan untuk menentukan tindakan perbaikan yang sesuai.

Bagaimana dengan Chery Omoda 5 di Indonesia?

Chery Indonesia telah memberikan tanggapan terkait program recall di Malaysia. Dalam keterangan yang dikutip Liputan6.com pada 14 Oktober 2026, PT Chery Sales Indonesia menyatakan masih berkoordinasi dan menunggu hasil investigasi Chery global, serta belum menerima laporan insiden serupa di Indonesia pada saat pernyataan tersebut disampaikan.

Pernyataan itu tidak boleh diartikan sebagai konfirmasi bahwa seluruh unit Omoda 5 di Indonesia bebas risiko. Status kendaraan dan kebutuhan pemeriksaan tetap perlu dipastikan berdasarkan informasi terbaru dari pihak Chery Indonesia.

Pemilik Omoda 5 di Indonesia yang khawatir dapat menghubungi layanan pelanggan atau mendatangi bengkel resmi untuk meminta pemeriksaan. Jika muncul gejala kerusakan pada suspensi, bunyi tidak biasa, atau perubahan perilaku kendaraan, pemeriksaan oleh teknisi perlu diprioritaskan dan kendaraan sebaiknya tidak terus digunakan apabila kondisinya dinilai tidak aman.

Chery Kembali Disorot soal Kualitas dan Keselamatan

Kasus terbaru ini kembali mengingatkan pentingnya pengawasan kualitas komponen kendaraan, proses produksi, dan pemeriksaan pemasok. Chery sebelumnya juga pernah melakukan kampanye pemeriksaan Omoda 5 pada 2024, tetapi kasus terdahulu tidak serta-merta membuktikan bahwa penyebab kedua peristiwa sama.

Pada 21 Oktober 2026, Yin Tongyue menyampaikan permintaan maaf kepada Menteri Investasi, Perdagangan, dan Industri Malaysia saat menghadiri World Intelligent Connected Vehicles Conference di Beijing. Ia menekankan bahwa ekspansi produsen otomotif ke pasar internasional perlu dilakukan dengan komitmen jangka panjang serta menghormati aturan dan praktik bisnis di setiap negara.

BACA JUGA :  Audi Investasi Rp65 Triliun di AS, Pabrik Baru Bakal Produksi 200 Ribu Mobil per Tahun

Bagi konsumen, perkembangan kasus ini menegaskan pentingnya mengikuti pengumuman recall resmi dan melakukan pemeriksaan ketika kendaraan teridentifikasi masuk program. Untuk pasar Indonesia, informasi resmi terbaru mengenai unit yang terdampak masih menjadi acuan utama sebelum menarik kesimpulan tentang cakupan risiko.

Sumber:

  • jawapos.com
  • chery.my
  • liputan6.com
  • carnewschina.com