Nihon.id — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah pada perdagangan Rabu (28/10/2026), dengan tekanan terjadi di sebagian besar saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia. Pada pukul 10.46 WIB, IHSG turun 1,23% ke level 5.201, sementara investor mencermati pelemahan rupiah dan perkembangan kebijakan suku bunga Amerika Serikat.
Data perdagangan yang dikutip Liputan6.com menunjukkan sebanyak 489 saham berada di zona merah, sedangkan 174 saham menguat dan 124 saham tidak berubah. Nilai transaksi saham pada saat pemantauan tersebut mencapai sekitar Rp5,8 triliun, mencerminkan aktivitas perdagangan yang berlangsung di tengah tekanan pasar.
Rupiah dan Saham Perbankan Membebani IHSG
Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menyebut pelemahan rupiah terhadap dolar AS menjadi salah satu faktor yang diperhatikan pelaku pasar. Pada saat laporan diterbitkan, rupiah berada di sekitar Rp18.196 per dolar AS, sementara imbal hasil obligasi pemerintah Indonesia bertenor 10 tahun tercatat sekitar 7,4%.
Tekanan juga terlihat pada saham-saham perusahaan konglomerasi dan sejumlah bank milik negara. Pergerakan saham berkapitalisasi besar memiliki pengaruh terhadap IHSG sehingga penurunan pada kelompok saham tersebut dapat ikut menekan indeks secara keseluruhan.
Mayoritas sektor saham juga melemah selama sesi pertama perdagangan. Sektor infrastruktur mengalami koreksi terbesar sebesar 2,95%, disusul sektor industri yang turun 2,59% dan sektor energi yang melemah 2,48%.
Sektor keuangan tercatat turun 0,26%, sementara sektor teknologi melemah 0,69%. Di tengah tekanan tersebut, sektor kesehatan menjadi salah satu sektor yang masih bertahan di zona positif dengan kenaikan tipis 0,07%.
Investor Menanti Keputusan Suku Bunga The Fed
Pelaku pasar juga mencermati pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) yang dijadwalkan berlangsung pada pekan ini. Keputusan bank sentral Amerika Serikat mengenai suku bunga dapat memengaruhi pergerakan dolar AS, arus modal internasional, dan minat investor terhadap aset di negara berkembang.
Ketidakpastian mengenai arah suku bunga membuat investor cenderung berhati-hati dalam mengambil keputusan. Apabila dolar AS menguat dan imbal hasil aset Amerika tetap menarik, pasar saham negara berkembang dapat menghadapi tekanan dari perubahan aliran modal.
Selain faktor global, pelaku pasar juga memperhatikan perkembangan domestik, termasuk nilai tukar rupiah dan sentimen terkait kondisi pasar modal Indonesia. Aksi demonstrasi mahasiswa di kawasan Bundaran HI, Jakarta, turut disebut analis sebagai salah satu hal yang dicermati investor, meskipun dampaknya terhadap pergerakan indeks tidak dapat dipastikan hanya dari satu faktor.
Apa yang Perlu Diperhatikan Investor?
Pelemahan IHSG menunjukkan bahwa pergerakan pasar saham dipengaruhi banyak faktor yang saling berkaitan. Nilai tukar, kondisi ekonomi global, kinerja perusahaan, dan sentimen politik dapat memengaruhi keputusan jual beli investor dalam jangka pendek.
Investor sebaiknya tidak mengambil keputusan hanya berdasarkan penurunan indeks dalam satu sesi perdagangan. Pemeriksaan terhadap laporan keuangan emiten, kondisi fundamental perusahaan, serta kesesuaian risiko dengan tujuan investasi tetap diperlukan sebelum melakukan transaksi.
Pergerakan IHSG pada sesi berikutnya masih dapat berubah mengikuti perkembangan transaksi dan sentimen pasar. Karena itu, angka indeks dalam laporan ini merupakan kondisi pada waktu pemantauan, bukan gambaran hasil penutupan perdagangan hari tersebut.
Sumber:
- liputan6.com
- bisnis.com
- dataindonesia.id
Informasi Aktual, Inspirasi Tanpa Batas