MAPI Raup Laba Rp2,1 Triliun hingga September 2026, Pendapatan Tumbuh 24,5%

Nihon.id — PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI), perusahaan ritel yang dikenal mengelola berbagai merek internasional di Indonesia, mencatatkan pertumbuhan laba dan pendapatan selama sembilan bulan pertama 2026. Berdasarkan laporan keuangan yang diumumkan pada 26 Oktober 2026, pendapatan bersih perseroan mencapai Rp37,4 triliun atau meningkat 24,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kenaikan pendapatan tersebut diikuti pertumbuhan laba bersih sebesar 25,1 persen menjadi Rp2,1 triliun. Kinerja ini mencerminkan perkembangan bisnis MAP di tengah kondisi ekonomi yang dinamis serta perubahan pola belanja konsumen.

Pendapatan MAPI Tembus Rp37,4 Triliun

Sepanjang Januari hingga September 2026, MAP membukukan laba kotor sebesar Rp15,3 triliun, sedangkan laba usaha meningkat 28 persen menjadi Rp3,2 triliun. Perusahaan juga mencatatkan EBITDA sebesar Rp6 triliun selama periode tersebut.

Pertumbuhan juga terlihat pada kinerja kuartal III 2026 secara khusus. Pendapatan bersih perusahaan mencapai Rp13,3 triliun, meningkat 26,7 persen dibandingkan kuartal yang sama tahun sebelumnya.

Pada periode Juli hingga September, laba usaha MAP naik 37,6 persen menjadi Rp1,2 triliun. Sementara itu, laba bersih kuartal ketiga meningkat 22 persen menjadi Rp676 miliar dengan EBITDA mencapai Rp2,2 triliun.

VP Investor Relations, Corporate Communications and Sustainability MAP Group, Ratih Darmawan Gianda, menyebut pertumbuhan tersebut didukung portofolio merek yang beragam dan kemampuan perusahaan melayani konsumen melalui berbagai kanal penjualan. Respons pelanggan selama periode kembali ke sekolah atau back-to-school serta perayaan Hari Kemerdekaan juga berkontribusi terhadap kinerja perusahaan.

MAP Perluas Portofolio Merek dan Bisnis Regional

Selain mencatat pertumbuhan keuangan, MAP memperluas portofolio bisnisnya untuk menjangkau kebutuhan konsumen yang beragam. Selama kuartal ketiga 2026, perusahaan menghadirkan merek Ace Hardware, Creed, dan Parfois di Indonesia.

BACA JUGA :  Empat Stimulus Ekonomi Akhir Tahun 2026, dari Bantuan Beras hingga Diskon Tiket

Perusahaan juga memperkuat ekspansi regional melalui akuisisi bisnis Sports Direct di Malaysia. Selain itu, MAP menandatangani perjanjian distribusi eksklusif dengan Musinsa untuk pasar Indonesia dan Malaysia.

Langkah ekspansi tersebut melengkapi bisnis MAP yang mencakup sektor fesyen, olahraga, kecantikan, makanan dan minuman, teknologi, hingga kebutuhan gaya hidup. Per akhir September 2026, perusahaan mengoperasikan lebih dari 4.400 gerai ritel di lebih dari 80 kota di Indonesia dan sejumlah pasar Asia Tenggara.

MAP juga mengandalkan model bisnis multikanal untuk menjangkau konsumen melalui gerai fisik dan saluran digital. Strategi tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan menyesuaikan diri dengan perubahan preferensi pelanggan dan memperluas jangkauan merek yang dikelolanya.

Prospek Bisnis MAPI Menjelang Akhir Tahun

Memasuki kuartal terakhir 2026, MAP memprioritaskan peningkatan nilai bagi pelanggan dan kesiapan berbagai lini bisnis menghadapi periode belanja akhir tahun. Perusahaan menyatakan akan tetap berhati-hati dalam menghadapi ketidakpastian makroekonomi sembari melanjutkan pelaksanaan strategi bisnisnya.

Periode akhir tahun menjadi salah satu momentum penting bagi perusahaan ritel karena aktivitas belanja dapat meningkat menjelang berbagai perayaan. Namun, perkembangan pendapatan dan laba berikutnya tetap akan dipengaruhi oleh permintaan konsumen, biaya operasional, serta kondisi ekonomi.

Pertumbuhan laba MAPI hingga September 2026 memberikan gambaran mengenai kinerja perusahaan selama tiga kuartal pertama tahun ini. Meski demikian, capaian tersebut tidak secara otomatis menjamin pertumbuhan yang sama pada kuartal berikutnya.

Sumber: map.co.id, idxchannel.com.

MAPI Raup Laba Rp2,1 Triliun hingga September 2026, Pendapatan Tumbuh 24,5%

Nihon.id — PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI), perusahaan ritel yang dikenal mengelola berbagai merek internasional di Indonesia, mencatatkan pertumbuhan laba dan pendapatan selama sembilan bulan pertama 2026. Berdasarkan laporan keuangan yang diumumkan pada 26 Oktober 2026, pendapatan bersih perseroan mencapai Rp37,4 triliun atau meningkat 24,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kenaikan pendapatan tersebut diikuti pertumbuhan laba bersih sebesar 25,1 persen menjadi Rp2,1 triliun. Kinerja ini mencerminkan perkembangan bisnis MAP di tengah kondisi ekonomi yang dinamis serta perubahan pola belanja konsumen.

Pendapatan MAPI Tembus Rp37,4 Triliun

Sepanjang Januari hingga September 2026, MAP membukukan laba kotor sebesar Rp15,3 triliun, sedangkan laba usaha meningkat 28 persen menjadi Rp3,2 triliun. Perusahaan juga mencatatkan EBITDA sebesar Rp6 triliun selama periode tersebut.

Pertumbuhan juga terlihat pada kinerja kuartal III 2026 secara khusus. Pendapatan bersih perusahaan mencapai Rp13,3 triliun, meningkat 26,7 persen dibandingkan kuartal yang sama tahun sebelumnya.

Pada periode Juli hingga September, laba usaha MAP naik 37,6 persen menjadi Rp1,2 triliun. Sementara itu, laba bersih kuartal ketiga meningkat 22 persen menjadi Rp676 miliar dengan EBITDA mencapai Rp2,2 triliun.

VP Investor Relations, Corporate Communications and Sustainability MAP Group, Ratih Darmawan Gianda, menyebut pertumbuhan tersebut didukung portofolio merek yang beragam dan kemampuan perusahaan melayani konsumen melalui berbagai kanal penjualan. Respons pelanggan selama periode kembali ke sekolah atau back-to-school serta perayaan Hari Kemerdekaan juga berkontribusi terhadap kinerja perusahaan.

MAP Perluas Portofolio Merek dan Bisnis Regional

Selain mencatat pertumbuhan keuangan, MAP memperluas portofolio bisnisnya untuk menjangkau kebutuhan konsumen yang beragam. Selama kuartal ketiga 2026, perusahaan menghadirkan merek Ace Hardware, Creed, dan Parfois di Indonesia.

BACA JUGA :  MSCI Soroti Pasar Modal RI, OJK Disorot soal Ketegasan Penegakan Hukum

Perusahaan juga memperkuat ekspansi regional melalui akuisisi bisnis Sports Direct di Malaysia. Selain itu, MAP menandatangani perjanjian distribusi eksklusif dengan Musinsa untuk pasar Indonesia dan Malaysia.

Langkah ekspansi tersebut melengkapi bisnis MAP yang mencakup sektor fesyen, olahraga, kecantikan, makanan dan minuman, teknologi, hingga kebutuhan gaya hidup. Per akhir September 2026, perusahaan mengoperasikan lebih dari 4.400 gerai ritel di lebih dari 80 kota di Indonesia dan sejumlah pasar Asia Tenggara.

MAP juga mengandalkan model bisnis multikanal untuk menjangkau konsumen melalui gerai fisik dan saluran digital. Strategi tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan menyesuaikan diri dengan perubahan preferensi pelanggan dan memperluas jangkauan merek yang dikelolanya.

Prospek Bisnis MAPI Menjelang Akhir Tahun

Memasuki kuartal terakhir 2026, MAP memprioritaskan peningkatan nilai bagi pelanggan dan kesiapan berbagai lini bisnis menghadapi periode belanja akhir tahun. Perusahaan menyatakan akan tetap berhati-hati dalam menghadapi ketidakpastian makroekonomi sembari melanjutkan pelaksanaan strategi bisnisnya.

Periode akhir tahun menjadi salah satu momentum penting bagi perusahaan ritel karena aktivitas belanja dapat meningkat menjelang berbagai perayaan. Namun, perkembangan pendapatan dan laba berikutnya tetap akan dipengaruhi oleh permintaan konsumen, biaya operasional, serta kondisi ekonomi.

Pertumbuhan laba MAPI hingga September 2026 memberikan gambaran mengenai kinerja perusahaan selama tiga kuartal pertama tahun ini. Meski demikian, capaian tersebut tidak secara otomatis menjamin pertumbuhan yang sama pada kuartal berikutnya.

Sumber: map.co.id, idxchannel.com.